Blogger Widgets

Minggu, 01 Februari 2015

Tugas PEREKAMAN Jilid II


Ceritanyamahsih Sunsettt ... ~

MySista_Terik Matahariii ... ~



Mendunggg ... ~

Contoh Naskah Drama

Berikut ini adalah contoh naskah drama. Maaf kalu isinya masih sangat jauh dari kata 'SEMPURNA'. Semoga dapat bermanfaat bagi yang mengunjungi blog saya ...
Gamsahamnida, Arigato Gozaimasu, Thank you, Terimakasih.




About ‘Dady’



SKENARIO OLEH :
Nurbaiti Dwi Damayanti




PRODUKSI                                                                                                                          DRAF 1
-                                                                                                                                     28 MEI 2014

 





1.      EXT. LAPANG OLAHRAGA – SORE

BU SALSA memperhatikan TANIA yang sedang duduk di pinggir lapang basket sambil menjawab telepon dari ayahnya dengan nada membentak. Kemudian tania menutup teleponnya. Melihat peristiwa tersebut, bu Salsa menghampiri kemudian duduk di samping Tania.

TANIA
(berbicara di telepon dengan nada membentak)
Yaudah lah yah, aku udah gede. Bisa pulang sendiri gak perlu di jemput. Lagian aku mau pulang bareng pacarku yah, ah yaudahlah terserah ayah aja. Aku pusing!
(menutup teleponnya)

BU SALSA
Itu tadi ayah kamu yang telepon?

TANIA
            (tersenyum kearah bu salsa)

BU SALSA
Kenapa? Dosa lo kalo ngebentak Orang tua.

TANIA
Tapi…

BU SALSA
Bersikap baiklah pada ayahmu. Selagi dia masih sehat dan masih ada. Jangan sampai kamu nyesel kaya ibu.

TANIA
            (heran)
Nyesel?...

BU SALSA
Yap, sini deh ibu ceritain tentang masa SMA ibu. Kamu tau gak? Dulu kalau ibu pulang sekolah, ibu juga sering dijemput oleh ayah. Sama seperti kamu.


2.      EXT. GERBANG SEKOLAH – SORE

SALSA (masa SMA Bu Salsa) menuggu dijemput oleh ayahnya di depan gerbang sekolah. Datang ayah Salsa dengan memijit KLAKSON MOBIL agar Salsa melihat kearah ayahnya. Salsa pun langsung masuk kedalam mobil.

BU SALSA (VO)
Dulu, kalau ibu pulang telat ibu selalu minta jemput. Ayah ibu gak pernah nolak, dia selalu ada kalu ibu butuh dia.

3.      EXT. LAPANG OLAHRAGA – SORE

Setelah bermain basket Salsa berlari dan duduk di pinggir lapang untuk mengelap keringat dan minum. Tiba-tiba HANDPHONE SALSA BERDERING.

BU SALSA (VO)
Bahkan gak perlu diminta, kadang ayah ibu sudah menjemput sebelum ibu telepon.

SALSA
Halo, iya yah?

AYAH (berbicara di telepon)
Salsa? Udah selesai belum latihannya? Ayah udah digerbang nih

SALSA
(sambil mengelap keringat)
Udah kok yah. Tunggu sebentar ya aku beres-beres dulu. Dah ayah.
(menutup teleponnya)
Guys, aku pulang duluan ya, udah dijemput nih.
(nada setengah berteriak)
Salsa mengambil tasnya lalu pergi.

4.      EXT. LAPANG OLAHRAGA – SORE

Bu Salsa masih asyik bercerita. Begitu juga dengan Tania yang asyik mendengarkan Bu Salsa bercerita.


BU SALSA
Tiap hari ibu selalu di jemput. Pulang ekskul, pulang kerja kelompok, bahkan pulang main pun ibu selalu di jemput. Makannya dulu ibu dijuluki ‘Anak Papah Banget’ sama teman- teman ibu. Tapi semua itu mulai berubah ketika ibu mengenal yang namanya Cinta. Ibu jadi sering pulang bareng sama kaka kelas yang saat itu deket sama ibu. Bahkan waktu luang yang biasa ibu pakai untuk bergurau dengan ayah malah ibu habiskan bersama kakak kelas ibu itu.

5.      INT. GARASI – SORE

Ayah salsa sedang mempersiapkan mobil di garasi untuk menjemput Salsa. Ketika ayah Salsa akan menaiki mobil, tiba – tiba HANDPHONENYA BERDERING.

SALSA (berbicara di telepon)
Halo yah? Hari ini ayah gak usah jemput, aku mau pulang bareng temen aku. Aku buru-buru nih. Udah ya yah, dadah ayah.
            (telepon ditutup)

AYAH
Tapi… halo? Salsa? Halo???
            (raut muka heran dan kecewa)

6.      INT. RUANG TAMU – PETANG

Ayah menunggu salsa di ruang tamu. Terdengar BUNYI SEPEDA MOTOR datang. Ayah beranjak dari kursi dan melihat keluar jendela. Ternyata itu adalah salsa yang pulang diantar oleh kakak kelasnya. Raut muka Salsa sangat gembira. Tetapi ayah tidak, dia sedikit kecewa melihat Salsa pulang bersama seorang laki-laki.

7.      INT. RUANG MAKAN – PAGI

Salsa sarapan bersama keluarganya sebelum berangkat ke sekolah. Saat itu ada Salsa, Ayah Salsa, Ibu Salsa, beserta Kakak laki – laki Salsa. Di meja makan ada beberapa roti selai, 4 buah nasi goreng, keranjang berisi buah-buahan, secangkir kopi, dan 2 gelas susu. Saat di meja makan salsa berbincang-bincang dengan keluarga termasuk ayahnya.

SALSA
Yah, mulai sekarang ayah gak usah anter jemput aku lagi. Lagi pula, ayah lagi sakit kan? jadi ayah bisa istirahat. Yayaya…

AYAH
            (nada sedikit sinis)
Memang kenapa? Jangan bilang kalau kamu sekarang diantar jemput sama pacar kamu.

SALSA
Hehe, kok ayah tau?

AYAH
            (berhenti makan lalu menyimpan sendok dan garpunya dipiring)
Salsa, dengar ayah. Ayah gak suka kalau kamu pacaran. Kamu itu masih kecil. Belum saatnya kamu pacaran.

Salsa berhenti mengunyah. Kemudian terdengar SUARA KLAKSON MOTOR.

SALSA
Ayah kok gitu sih?
Beem beem..
            (suara klakson)
GILANG udah datang, aku berangkat dulu. Assalamualaikum.
           
Salsa menyimpan rotinya kemudian pergi. Sedangkan Ibu dan kakanya hanya bias diam sambil melihat Salsa beranjak dari meja makan.

8.      INT. KAMAR TIDUR – MALAM

Ayah melihat ke kamar Salsa. Kebetulan saat itu pintunya sedang terbuka. Ternyata Salsa sedang telepon-teleponan bersama pacarnya sambil cekikikan. Setelah beberapa saat ayah melihat keadaan Salsa, ayah pun pergi dengan raut muka sedih. Ketika ayah pergi, Salsa melihat kearah pintu kamar yang yang ada di belakangnya kemudian kembali asik telepon-teleponan lagi.



9.      INT. RUANG KELUARGA – MALAM

Ayah duduk di kursi sambil menonton Tv dan ditemani secangkir kopi hitam di atas meja. Lalu Salsa datang dengan membawa camilan di piring. Ayah dan Salsa saling bertatap tapi hanya sebentar. Kemudian ayah kembali menonton Tv dan Salsa duduk sambil memainkan gadgetnya. Mereka beraktifitas tanpa peduli satu sama lain.

BU SALSA (VO)
Gara gara masalah pacaran, kami bertengkar. Kami juga jadi jarang berkomunikasi. Kami sama – sama teguh pada pendirian masing – masing. Ayah ibu dengan larangannya, da ibu dengan pendirian ibu.

10.  INT. RUMAH SAKIT - MALAM

Salsa beserta ibu dan kakak laki-lakinya mengantar ayah Salsa masuk ke ruang rawat inap karena penyakit livernya yang tambah parah.

BU SALSA (VO)
Setelah 2 bulan kami bertengkar, sakit liver ayah makin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itu ibu cemas, ibu takut akan terjadi sesuatu pada ayah ibu.

11.  INT. RUMAH SAKIT – SIANG

Ibunya salsa berbicara dengan dokter. Dokter memberitahu kalau ayah Salsa meninggal karena hatinya sudah membengkak. Seketika tangis Ibunya salsa dan Salsa pecah. Sedangkan kakak salsa berusaha menenangkan ibu Salsa.

BU SALSA (VO)
Ternyata benar, 3 hari kemudian tepat di hari ulang tahun ibu yang ke 17 tahun, ayah meninggal dunia. Saat itu ibu sangat menyesal. Ayah ibu meninggal saat ibu belum sempat meminta maaf.



12.  INT. KAMAR – PAGI

Salsa sengaja bangun pagi agar dia bisa membereskan kamar kerja ayahnya. Dia menyapu lantai, membereskan sofa dan berkas-berkas, serta merapihkan meja kerja ayahnya. Saat sedang merapihkan meja ayahnya, salsa menemukan sebuah kotak yang berisi supucuk surat, sebuah kalung berukirkan nama salsa, serta sebuah foto salsa sewaktu salsa masih umur dua tahun. Karena penasaran, salsa pun membuka surat tersebut dan membacanya. Ternyata itu adalah surat yang ditulis ayahnya untuk Salsa.

                                          SALSA
                                                      (flashback)

AYAH (VO)
Untuk anakku tercinta, Salsa. Selamat ulang tahun malaikat kecilku. Sampai saat ini ayah masih tak percaya kau tumbuh menjadi anak yang cantik dan manis. Sebelumnya, ayah ingin berterimakasih padamu. Termikasih karena selama ini kamu sudah mau menjadi anakku. Terimakasih atas segala kebahagiaan yang telah kau beri untuk ayah. Tapi Salsa, maafkan ayah atas sikap ayah selama ini padamu. Bukan maksud ayah untuk melarangmu berpacaran. Bukan maksud ayah pula untuk merebut kebahagiaan masa mudamu. Ayah bersikap seperti ini karena ayah cemburu. Ayah cemburu, kau mulai dekat dengan laki-laki lain. Ayah hanya tak ingin perhatianmu terhadap ayah teralihkan karena laki-laki lain. Ayah takut jika kamu tidak sayang pada ayah lagi. Ayah juga takut, jika kau berpacaran dan mulai tumbuh dewasa kau akan pergi meninggalkan ayah. Ayah tahu, hal ini perlahan mungkin akan terjadi. Ayah takut jika kamu kelak akan menikah lalu pergi meninggalkan ayah. Ayah hanya tak rela jika malaikat kecil ayah diambil oleh laki-laki lain. Ayah juga ingin minta maaf karena mungkin rencana kita untuk hiking ke gunung Semeru tidak bias terlaksana. Ayah tak tahu sampai kapan ayah masih bisa bernafas. Sekali lagi maafkan sifat egois ayah ini salsa. Maaf, Ayah sayang salsa.

Setelah membaca surat tersebut, Salsa menangis dan menyesal.

13.  EXT. LAPANG OLAHRAGA – SORE

Karena mendengar kisah dari Bu Salsa, Tania jadi sadar dan mengerti. Secara perlahan air mata Tania pun jatuh. Sedangkan bu salsa hanya tersenyum melihat Tania yang menagis. Tak lama kemudian, ayah Tania datang mencari Tania ke lapangan olahraga. Ayah Tania pun memanggil Tania. Tania menengok kearah ayahnya kemudian berlari menuju tempat ayahnya berdiri lalu memeluk ayahnya dengan erat. Bu Salsa Hanya tersenyum melihat Tania yang menagis sambil memeluk ayahnya.

AYAH TANIA
            (Berteriak)
Tania!

TANIA
            (menengok kemudian Berlari sambil menagis)
Ayaaaaah…… maafin Tania yah, Tania sayang ayah…

AYAH TANIA
            (merasa keheranan lalu melihat ke arah Bu Salsa)

BU SALSA
            (Tersenyum)






SELESAI